Thursday, January 5, 2012

06-01-12


,,,,,,,,
06 januari 2012,
jum'at 00:14 wita.ketika hujan masih turun deras di kota balikpapan.atap-atap rumah yang kebanyakan terbuata dari seng membuat suasana malam itu memakin  ramai.klontang klontang,,,butiran butiran air hujan yang turun sebesar biji biji jagung itu sembuat malam semakin riuh.
aku tak tau dengan kebanyakan orang ditempat lain sana,,para tetangga.keluarga sini,apakah bisa nyaman dengan tidurnya,bisa mendengkur sampai ada air yang jatuh ke muka merekapun mereka tak sadar.atau bahkan bisa mimpi seindah mereka ketika masih remaja,ketika masih kesana kesini berpegangan tangan dengan kasihnya,,entah,,,!.

aku terbangun,,,,tubuhku terasa dingin.hujan malam ini begitu deras.tapi orang orang yang ada dirumah ini serasa tak hiraukan.mungkin letih,capek,setelah sehari tadi sibuk dengan kerjaannya masing masing.aku beranjak dari tempatku berebah.kulihat arah ke dapur.aku berjaaln menuju remang lampu 5 watt yang menyala merah.aku mau minum sekalian mencari makanan apa yg ada di dapur malam itu.dan sayangnya tak  ada sebiji makan pun disana.
kriuk,,,,kriuk,,,,perut kubunyi,,,"haduh lapar betul"aku bergumam dalam hati.
ternyata seperti ini rasanya hidup,ketika kita lapar,ketika kita haus,bagaimana susahnya mencari makan.kau ingat ketika masih di rumah dulu,makan timnggal ambil tanpa tau bagaimana susahnya mencari sebiji padi.ibuku yang mengais-ngais sisa panen di bawah terik matahari,juga bapakku yang harus selalu bolak balik surabaya jogja membawa penumpang demi menghidupi anak anaknya..
aku semakin merasa malu ketika dengan sombong berkata pada ibuku "aku sudah besar,aku bisa hidup mandiri,aku gakmau ngerepotin lagi"
tapi mandiri yang seperti apa itu aku tak tau.ibu ,,,bapak...aku ingin bersimpuh mohon ampun di telapak kakimu.
kita tak bisa apa apa tanpa campur tangan mereka. kini aku sadar akan hal itu.
hujan agak  mereda,bunyi air hujan tak senyaring tadi,kiri hanya rintik-rintik saja.beberapa hari ini balikpapan memang selalu hujan dimalam hari.terhitung sejak malam tahun baru kemarin.siang hari terasa amat panas,tapi ketika malam berganti hujan yang dingin menusuk tulang.
aku kembali ke tempat tidurku,mencoba kembali memejamkan mata yang sesaat tadi sempat terjaga.aku coba sekali,dua kali terus dan terus tapi tetap saja mata ini tidak mau untuk terpejam,
aku ambil earphone,biasanya kalau tidak bisa tidur aku dengarkan musik dan akan membuat mengantuk.tapi malam ini seakan tidak berpengaruh.

ya biarlah ,,,, aku tetap saja menghitung setiap detik demi detik.hingga aku jemu dan terlelap.ibu ,,,,bapak.aku disini untuk kalian ,janjiku aku akan banggakan kalian,aku tak ingin lagi membuat kalian geram apalagi kesal,doamu,,,adalah anugrah untukku.malam ini aku hanya ingin katakan bahwa hidup ini tak semudah membalikkan telapak tangan.tapi juga tak sesulit melihat tengkuk kita sendiri....harus sabar.itu yang dikatakan almarhum WS Rendra.

No comments:

Post a Comment